Tanya kenapa, kita seakan begitu sakit saat semua yang kita harapkan tidak sesuai dengan kehendak kita. Tapi kok kayaknya emang ini rencana Allah Sang Segala Maha yang ingin menguji ke-Ikhlas-an, ke-Sabar-an dan Ke-Ridho-an kita akan semua garisan Takdir. Lihat saja mBah Bejo yang kemudian menjadi begitu rajin Sembahyang, Ngaji ditambah lagi baca artinya, rajin ber-sedekah. Bukan karena rejeki-nya yang mampet, bukan karena ada pertengkaran dengan orang2 disekelilingnya. Lha kalo masalah itu, mBah Bejo ahlinya. Tapi ternyata karena Silaturahminya dengan Allah Sang Segala Maha yang tersendat2. Ikhlas, Sabar dan Ridho itu sepertinya kok bukan semata2 karena kita belajar, ikutan kursus kepribadian dan bla bla bla, tetapi lebih karena hati yang tenang. Memang dalam kadar tertentu, semuanya bisa dilatih. Tapi kalo sudah pada tingkatan yang di “hajar” setiap saat dengan cobaan, kegetiran dan kesengsaraan, karena ga semua itu cobaan itu kha bentuknya nelongso. Hati yang Tenang ini kayaknya, lebih condong untuk lebih dekat dengan Allah Sang Segala Maha. Semua menjadi indah saat dekat dengan-Nya. Selangkah kita mendekat, seribu langkah Allah merapat. Saat kita mendekat dengan melangkah, Allah merapat dengan berlari. Begitu cintanya sehingga selalu menutupi aib kita. Mungkin Ini Waktu Yang Tepat Untuk Merapat, Mendekat dan Bermunajat. Ramadhan kali ini, semoga menjadi pangkal dari Ketenangan Hati, Kejernihan Fikiran dan KeTulusan Langkah. Amin
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1430 H